Lurah Gunung Sulah Bantah Kedekatan dengan Bidan Posyandu, Sebut Foto Makan Bersama Hasil AI

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"18.9.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"F1G5NVJ5-3WPR-MTWR-2GTY-URG0V61LYKPL","pictureId":"F1G5NVJ5-3WPR-MTWR-2GTY-URG0V61LYKPL","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"18.9.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"F1G5NVJ5-3WPR-MTWR-2GTY-URG0V61LYKPL","pictureId":"F1G5NVJ5-3WPR-MTWR-2GTY-URG0V61LYKPL","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}

Integritasnews.co.id — Lurah Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Sofyan Ilyas membantah isu kedekatan pribadi dengan seorang bidan Posyandu berinisial HS. Isu itu mencuat setelah percakapan WhatsApp dan sejumlah foto yang diklaim memperlihatkan keduanya beredar di masyarakat.

 

Bacaan Lainnya

Sofyan mengatakan hubungannya dengan HS sebatas urusan pekerjaan. Menurut dia, HS merupakan bidan Posyandu yang bertugas di wilayah Gunung Sulah sehingga komunikasi keduanya berkaitan dengan kepentingan kedinasan.

 

“Saya luruskan, seolah-olah ada hal yang menjurus pribadi. Itu tidak benar,” kata Sofyan saat ditemui pada Rabu, 12 Agustus 2026.

 

Sofyan juga membantah pernah bepergian bersama HS menggunakan satu kendaraan seperti yang disebut dalam materi yang beredar. Ia menilai informasi tersebut telah menimbulkan persepsi yang keliru.

 

“Saya tidak pernah jalan bareng naik mobil,” ujarnya.

 

Sofyan Bantah Percakapan Bernuansa Asusila

 

Sofyan juga membantah isi percakapan WhatsApp yang beredar menunjukkan adanya hubungan pribadi atau komunikasi bernuansa asusila. Dia meminta percakapan tersebut dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan tangkapan layar.

 

Menurut Sofyan, persoalan itu telah disampaikannya kepada Inspektorat Kota Bandar Lampung. Ia mengaku siap menunjukkan seluruh komunikasi yang dipersoalkan untuk diperiksa.

 

“Dengan Inspektorat sudah saya sampaikan semuanya. Sudah melihat chat juga, tidak ada yang mengarah asusila,” kata dia.

 

Sofyan mengatakan komunikasi dengan HS berlangsung dalam konteks pekerjaan. Karena itu, ia berharap pemeriksaan dilakukan berdasarkan bukti dan konteks percakapan secara menyeluruh.

 

Foto Makan Bersama Disebut Buatan AI

 

Sofyan turut membantah foto yang beredar dan diklaim memperlihatkan dirinya bersama HS berada di dalam kendaraan sambil makan. Ia mengatakan tidak pernah melakukan kegiatan seperti yang tergambar dalam foto tersebut.

 

“Itu saya bingung, ada gambar makan semobil. Itu saya pastikan AI, karena saya tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

 

Menurut Sofyan, foto tersebut diduga telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia mengatakan memiliki bukti percakapan yang dapat menjelaskan konteks salah satu foto yang beredar.

 

“Foto itu dia meminta, menanyakan saya di mana. Ada bukti chat-nya,” kata Sofyan.

 

Ia mengaku terkejut dengan isu yang berkembang. Sofyan berharap persoalan tersebut diselesaikan melalui klarifikasi dan pemeriksaan terhadap bukti yang ada.

 

“Pada prinsipnya saya syok. Saya ingin masalah berita itu diselesaikan dengan baik dulu,” ujarnya.

 

Suami HS Sebarkan Tangkapan Layar Percakapan

 

Isu kedekatan Sofyan dan HS sebelumnya mencuat setelah suami HS menyebarkan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut melibatkan keduanya.

 

Dalam materi yang beredar, terdapat percakapan mengenai rencana pertemuan, makan siang, pengiriman foto, hingga dugaan bepergian menggunakan satu kendaraan. Percakapan tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena sebagian isinya dinilai bernuansa pribadi.

 

Namun, Sofyan membantah adanya hubungan sebagaimana yang dituduhkan. Ia meminta publik tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan percakapan atau foto yang beredar.

 

Menurut dia, keaslian foto dan konteks percakapan perlu diperiksa sebelum informasi tersebut dianggap sebagai fakta.

 

“Kita juga meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan bukti dan konteks percakapan secara utuh, bukan hanya dari materi yang beredar di masyarakat,” kata Sofyan.

 

Hingga berita ini ditulis, Inspektorat Kota Bandar Lampung belum memberikan keterangan mengenai persoalan tersebut, termasuk mengenai ada atau tidaknya pemeriksaan terhadap Sofyan maupun pihak-pihak yang terkait.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *